oleh

Wujudkan Bangga Kencana, Gubernur Ingatkan BKKBN tak Bisa Kerja Sendiri

MANOKWARI,Linkpapuabarat.com- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Papua Barat menargetkan Bangga Kencana bisa menjadi ujung tombak program di masyarakat. Namun proyeksi ini butuh sinergitas. BKKBN tak bisa bekerja sendiri.

Demikian yang ditarik dari rapat kerja daerah (rakerda) dan Rapat Koordinasi (rakornis), Kamis (8/4/2021). Rapat membahas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kepala BKKBN Papua Barat Philmona M Yarollo mengatakan, agenda yang dilaksanakan tersebut untuk menindaklanjuti rakernas yang dilaksanakan awal tahun 2021.

“Ini sebagai keseriusan untuk mendukung pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsi BKKBN untuk membentuk keluarga yang berkualitas, maju, berdaulat dan mandiri. Dengan kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan pemikiran dalam mewujudkan Bangga Kencana,” katanya.

Ia menyebutkan program ini terkait dengan hasil sensus. Dari sensus penduduk, total penduduk Papua Barat bertambah.

Diakui Yarollo, di 2021, akibat pandemi Covid telah merenggut korban dan melemahkan ekonomi. Sehingga berpengaruh pada target Bangga Kencana.

Fenomena yang berkembang pada situasi saat ini antara lain terjadi pengurangan kunjungan masyarakat kepada fasilitas kesehatan jika tidak dalam kondisi emergensi atau adanya indikasi/kecurigaan terinfeksi penyebaran COVID-19. Fenomena ini tentunya berkaitan erat dengan peserta KB aktif maupun peserta KB baru yang ingin mendapatkan pelayanan keluarga berencana melalui fasilitas kesehatan setempat.

Kegagalan mengawal Program KB akan menjadi pandemi baru dengan kelahiran tidak terkendali dan bisa menambah beban dan tingkat kemiskinan serta jarak kelahiran yang kurang dari dua tahun. Sehingga memberikan kontribusi besar adanya stunting

“Jangan sampai nanti akan ada krisis Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa menjadi beban pembangunan selanjutnya,” ujar Yarollo.

Yarollo memberikan apresiasi yang tinggi kepada para medis yang selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap, semua pihak dapat merumuskan suatu bentuk baru dalam upaya peningkatan kesertaan ber-KB dan Kesehatan Reproduksi, kegiatan-kegiatan yang sifatnya delivered langsung kepada masyarakat. Bukan yang business as ussual

Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh staf ahli Muhammad Tawakal mengatakan, penduduk harus berkualitas agar memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Ini menjadi inti dalam pembangunan nasional.

“Indonesia dihadapkan pada persoalan stunting. Angka stunting di Papua Barat menurun dari beberapa tahun lalu yaitu 20 persen. Memang untuk mencapai target tersebut di 2024 cukup berat sehingga dibutuhkan keseriusan,” jelasnya.

Ia mengemukakan, BKKBN tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan koordinasi dan sinergitas dengan semua pihak termasuk masyarakat.

“Untuk itu melalui rakerda BKKBN dapat mewujudkan tujuan untuk sejahterakan keluarga,” jelas gubernur.

Kegiatan rakerda dan rakornis tersebut tidak hanya digelar secara tatap muka tetapi juga virtual yang diikuti oleh UPTD mitra se-Papua Barat.(LPB3/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini