oleh

Wisuda 91 Siswa P2TIM, Kasihiw: Jadilah Tuan Atas Tanah Kita Sendiri

BINTUNI, Linkpapuabarat.com – Sebanyak 91 siswa Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni diwisuda, Selasa (30/3/2021). 91 siswa adalah tenaga siap pakai yang akan diserap ke industri migas LNG Tangguh maupun di Asia Tenggara.

“Bangkitkan industri migas di Teluk Bintuni dan buatlah bapa mama kalian turut menikmati hasil dari tanah dan laut kita yang kaya. Jadilah tuan atas tanah kita sendiri anak-anakku. Di tangan kalianlah Kabupaten Teluk Bintuni akan menjadi kabupaten yang maju, produktif dan berdaya saing,” ujar Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, di sela-sela wisuda.

Ia mengatakan, anak-anak Papua ini secara resmi dikukuhkan sebagai scafolder, electrician, ringger dan pipe fitte. Mereka telah menempuh pendidikan selama 2,5 tahun.

“Dan di hari ini kita hadir untuk menyaksikan pelepasan siswa angkatan VII. Mereka adalah putra putra terbaik yang akan membawa Bintuni menjadi daerah maju di bidang industri migas,” terang Kasihiw.

Dikatakan Kasihiw, di Asia Tenggara, Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Hingga saat ini sumber daya minyak dan gas diperkirakan mencapai 87,22 miliar per barel dan 594,43 TSCF yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Inilah yang kata Kasihiw yang menjadikan Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik pada sektor minyak dan gas bumi.

Akan tetapi dengan segala kelimpahan sumber daya alam, kenyataan yang didapati di daerah hulu migas seperti Kabupaten Teluk Bintuni belum sepenuhnya memberi kesejahteraan bagi rakyat.

“Kabupaten Teluk Bintuni berlimpah sumber daya alam tetapi tidak serta membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat secara umum,jelas Kasihiw.

Menurutnya, ada dua faktor yang menyebabkan sumber daya alam tidak secara langsung menjadi pembangkit pembangunan. Antara lain faktor sumber daya manusia dan faktor tata kelola industri.

Terkait sumber daya manusia, maka tidak bisa dipungkiri pentingnya upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi aktivitas industri hulu migas Indonesia. Hal ini yang menjadi dasar komitmen pemerintah kabupaten Teluk Bintuni, membangun dan menyelenggarakan P2TIM.

Kata Kasihiw, agar sektor penyiapan sumber daya manusia terutama, tenaga kerja lokal bisa terwujud. Ini semua demi meningkatkan perolehan devisa negara. Demi menunjang pembangunan di berbagai sektor.

“Peluang inilah yang dibaca oleh pemerintah daerah kemudian berusah dijawab, dengan membangun dan mengoperasikan P2TIM-TB untuk menekan dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal anak-anak lembaga adat(LMA) 7 suku, di industri hulu migas,” paparnya.

Dari hasil kerja sama ini, P2TIM telah melahirkan sedikitnya 600 siswa lebih. Mereka semua adalah anak-anak muda Papua. Mereka menjalani pendidikan dan disiapkan khusus untuk menjadi tenaga kerja siap pakai di bidang industri dan migas.

“Dulu dari Jakarta bangun orang Papua tetapi sekarang orang Papua bangun Jakarta seperti lirik lagi Edo Kondologit ” tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi, seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan,” kata Kasihiw.

Hanya saja tantangan masih menghadang. Hingga kini masih saja ada stereotype yang berkembang di masyarakat bahwa mereka belum sepenuhnya menjadi tuan atas tanah sendiri.

“Akan tetapi ada harapan bagi orang tua para pemuda lulusan SMA dan SMK di Teluk Bintuni ketika P2TIM mulai beroperasi. Hingga sekarang telah mendidik pemuda asli Papua sebagai tenaga kerja siap pakai di bidang migas,” katanya.

Mereka ini kata Kasihiw adalah jebolan yang memenuhi standar sertifikat nasional dan internasional. Mereka mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang bekerja di kilang tangguh LNG maupun proyek migas lainnya.

“Saya selaku pemerintah Teluk Bintuni mengucapkan selamat untuk 91 orang anak-anakku yang telah di wisuda hari ini. Tanah Sisar Matiti menanti pengabdian dan keterampilan kalian di tanah sendiri,” imbuhnya. (LPB5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini