oleh

Telan Biaya Rp 12 Miliar, GKI Lahai Roi akan Jadi Ikon Wisata Religi di Tanah Papua

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meletakkan batu pertama pertama pembangunan GKI Lahai ROI Mansinam, Jumat (26/3/2021). Gereja ini diproyeksi menjadi ikon religi baru di Tanah Papua.

Prosesi peletakan batu pertama dimulai dengan diantar langsung oleh tiga hamba Tuhan, yakni 3 pendeta perempuan Doreri, Novi Burwos, Marlina Rumfabe dan Yudith Warsyo. Gubernur Dominggus berkesempatan meletakkan batu pertama gedung. Lalu dilanjutkan Ketua DAS Doreri, Roberth Rumbekwan dan kemudian BPAM Sinode.

Ketua Panitia Daniel Rumbrawer mengatakan, ada beberapa alasan ingin dibangunnya gedung gereja baru GKI Lahai Roi Mansinam. Pertama, Pulau Mansinam dihuni 208 KK dan 1.0006 jiwa.

Pertumbuhan penduduk kampung Mansinam dibanding sarana ibadah yang kecil tidak dapat menampung jemaat. Selain itu jemaat GKI Laha Roi merupakan jemaat pertama di tanah Papua, yang harus menjadi ikon gereja di tanah Papua.

“Hal ini yang mendasari keinginan membangun gedung jemaat baru. Dana pembangunan gedung gereja sampai rumah pastori jemaat diestimasi menelan biaya Rp 12 miliar,” terang Daniel.

Adapun sumber dana pembangunam gereja ini adalah partisipasi seluruh jemaat, Pemprov Papua Barat serta, pemerintah kab/kota se-Papua Barat.

Badan Pekerja AM (BPAM) Sinode diwakili Ketua GKI Klasis Manokwari, Pdt. Nandoterai  kemudian memberikan dana awal pembangunan sebesar Rp 500 juta. Diharapkan dengan dana ini panitia lebih berkomitmen bekerja sama membangun gedung gereja sampai selesai.

Diharapkan partisipasi dari seluruh kepala daerah di 12 kabupaten dan 1 kota serta Pemprov Papua Barat berkomitmen mendukung pembangunan sampai selesai.

“GKI Lahai Roi sabuk pengaman dan pemersatu bagi seluruh umat beragama, sehingga pulau Mansinam menjadi pemersatu bagi seluruh masyarakat di tanah Papua. Di tempat ini, di pulau Mansinam, sejarah peradaban itu dinyatakan dan dimulai bagi tanah Papua, karena ini di tempat ini kita diingatkan menjadi garam dan terang dunia,” katanya.

Ia mengajak, jaga dan lestarikan nilai-nilai Injil di tanah ini. Tanah yang penuh kekudusan Allah, tanah yang penuh dengan kedamaian bagi daerah Manokwari dan seluruh negara Indonesi.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Papua Barat alokasikan anggaran APBD sebesar 1 Miliar bantu pembangunan gereja GKI Lahai Roi. Ini baru merupakan dana tahap awal.

Disusul komitmen pemkab Manokwari yang akan menyiapkan anggaran sebesar 1 miliar lewat APBD P 2021, Pemkab Mansel dari APBD 2021 sebesar 500 juta, Bupati Yapen Waropen sebesar 200 juta disusul bupati Pegaf 100 juta. Terakhir BPAM sinode sebesar 500 juta.

Sementara dari keluarga Dominggus Mandacan sumbang semen 1000 sak.

(LPB2/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini