oleh

Prokes Ketat, Pemkab Teluk Bintuni Izinkan Ujian Sekolah Tatap Muka

BINTUNI , Linkpapuabarat.com- Pemkab Teluk Bintuni akhirnya menyetujui pelaksanaan ujian dengan sistem tatap muka bagi murid sekolah dasar kelas 6. Ujian tatap muka akan diterapkan dengan protokol kesehatan ketat.

“Khusus untuk kelas 6 telah diizinkan oleh pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 untuk melaksanakan ujian tatap muka. Kami menyampaikan sulitnya ujian lrwat daring (online). Kita terkendala pada sistem pengawasan,” terang Kepala SD Negerki Terpadu Bintuni, Ahmad Tamim, Jumat (26/3/2021).

Dijelaskan Ahmad, terdapat 56 siswa yang akan mengikuti ujian. Mereka terdiri dari 2 kelas.

Untuk teknik pelaksanaan ujian akan dibagi 4 kelas yang masing-masing kelas akan diisi minimal 15 siswa. Pengaturan ini telah dikaji berdasarkan pertimbangan protokol kesehatan.

“Ujian sekolah akan dilakukan dari tanggal 3-9 Mei yang akan dilakukan secara serentak se-Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Ahmad.

Dijelaskan Ahmad, dalam proses menghadapi ujian sekolah, pembelajaran dimaksimalkan dengan dua sistem. Pertama dengan sistem daring dan juga tatap muka. Cara ini dilakukan fleksibel agar teta memberi ruang kepada siswa untuk menyerap pelajaran secara optimal.

“Pembelarajan kami fokuskan ke 5 mata pelajaran. Kita kasih soal-soal kepada siswa yang tingkatannya tinggi, yang kiranya akan keluar dalam ujian nanti,” jelasnya.

Adapun untuk kelas 1 sampai kelas 5 Kata Ahmad, pihaknya belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan ujian. Tetapi kalau merujuk pada standar pemerintah dan Satgas Covid-19 kemungkinan akan dilakukan secara online.

Ditanya soal efektivitas pembelajaran daring bagi siswa kata Ahmad, itu adalah kendala dalam mempersiapkan ujian untuk kelas 6. Karena sistem daring penyerapan materi tak maksimal.

Siswa tidak bisa 100 persen menyerap pelajaran. Serapannya hanya sekitar 70 persen.

“Saya menyarankan kepada guru-guru saya untuk menerapkan beberapa metode pembelajaran. Tujuaannya agar bisa saling menopang,” jelasnya.

Menurutnya, untuk kelulusan diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing. Di mana syarat untuk memenuhi kelulusan rata-rata 65 persen. Angka ini diturunkan dari angka 70% sebelum Covid-19.

“Untuk mata pelajaran agama dan PPKN harus lebih tinggi, karena ada penilaian akhlak 70 persen sebelumnya 75 persen. Khusus mata pelajaran matematika 60 persen. Kami turunkan semua 5 persen dari setiap mata pelajaran dalam penilaian,” tutur Ahmad

Guru yang mengajar di SD Negeri Terpadu ada 22 orang, terdiri atas ASN 4 orang, honorer 12 dan guru kontrak 8 orang. para guru ini akan berusaha maksimal agar proses pelaksanaan ujian berjalan lancar.

“Harapan kami guru kepada siswa dan orang tua siswa karena ini musim pandemi, tetap menjaga protokol kesehatan. Dalam proses pembelajaran perhatikan pendampingan orang tua terhadap anak. Untuk orang tua yang mempunyai anak kelas 6 yang akan menghadapi ujian tolong untuk memfasilitasi anak-anaknya dengan HP android masing-masing agar proses pembelajaran secara online tidak menghadapi kendala,” tutup Ahmad. (LPB2/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini