oleh

Peringati Hari Air Sedunia, Dominggus: Jangan Cemari Laut, Hindari Pembalakan

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan salah satu upaya menjaga keberlangsungan hidup adalah dengan menjaga sumber sumber air. Tercemarnya air berarti rusaknya sumber kehidupan manusia.

“Karena itu penting penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Kita harus menyadari dan lebih peka terhadap keberlangsungan air. Tidak mencemari sungai atau laut. Itu hal yang paling mudah dilakukan,” ungkap Dominggus dalam peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) ke-XXIX,  Senin (22/3/2021).

Selain menjaga sumber-sumber air, Dominggus juga mengajak masyarakat menyelamatkan hutan dari pembalakan liar. Pembalakan dianggap sebagai faktor kerusakan utama sumber sumber air.

“Masyarakat harus menjaga hutan dengan tidak menebang hutan sembarangan yang tentunya berdampak ke lingkungan. Jika resapan air berkurang maka kita akan merasakan udara panas,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sumber kehidupan. Di antaranya dengan menggelorakan gerakan penghijauan dan penanaman kembali pohon.

“‘Penanaman pohon ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Kita mengadakan penanaman pohon sebagai bentuk dari menjaga sumber air kita. Sehingga kita bisa menjaga sepanjang masa,” jelasnya.

Dominggus juga berharap agar program pemerintah dan lembaga terkait memperhatikan keberlangsungan air bersih. Karena menjaga keberlangsungan air adalah tanggung jawab bersama.

Peringatan Hari Air Sedunia atau World Water Day diperingati setiap tanggal 22 Maret. Tahun ini Hari Air Sedunia mengambil tema Valuing Water atau menghargai air.

Melansir laman PBB, perayaan ini bermula pada 22 Desember 1992. Saat itu, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro, Brazil diselenggarakan.

Pada tahun yang sama, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan bahwa tanggal 22 Maret setiap tahunnya akan diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Namun dalam pertemuan itu, diputuskan Hari Air Sedunia mulai diperingati pada 22 Maret 1993.

Beberapa waktu setelahnya, barulah berbagai perayaan dan acara ditambahkan dalam peringatan ini. Misalnya saja International Year of Cooperation in the Water Sphere atau disebut Tahun Kerja Sama Internasional di Bidang Air yang diadakan tahun 2013.

Selain itu juga perayaan Decade for Action on Water for Sustainable Development atau Aksi Dekade Internasional tentang Air untuk Pembangunan Berkelanjutan, 2018-2028 saat ini.

Peringatan Hari Air Sedunia untuk menegaskan kembali bahwa tindakan air dan sanitasi adalah kunci untuk pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Tujuannya adalah merayakan air dan meningkatkan kesadaran lebih dari 2,2 miliar orang yang hidup tanpa akses ke air bersih. Ini tentang sebagai aksi untuk mengatasi krisis air global. Fokus utama Hari Air Sedunia adalah untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6, yakni air dan sanitasi untuk semua.

(LPB 3/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini