oleh

Pasca Pembunuhan Sadis 2 Warga, Tokoh Papua Barat Serukan Semua Pihak Menahan Diri

MANOKWARI,Linkpapuabarat.com- Kasus pembunuhan dua warga di Jalan Transito Wosi dekat Gereja Dok 4 Kelurahan Wosi, Manokwari, berbuntut perusakan sejumlah fasilitas umum di Manokwari. Aktivitas ekonomi juga nyaris lumpuh akibat aksi massa sepanjang siang tadi.

Fasilitas publik seperti perbankan di seputaran Jalan Yos Audarso Sanggeng,  Hadi Mall dan Orchid Swalayan dan semua pertokoan di pinggir jalan tampak lengang. Begitu juga Pasar Sentral Sanggeng serta Pasar Wosi tidak terlihat adanya aktivitas berarti pasca peristiwa pembunuhan.

Bermula dari keributan dini hari tadi menewaskan dua warga yakni Daud Wambrauw dan Hugo Saiduy. Peristiwa terjadi di dekat Gereja Dok-4 Transito Kelurahan Wosi. Dua korban ditemukan tewas bersimbah darah.

Beberapa jam setelah kejadian, kepolisian mengambil langka cepat dengan menangkap pelaku. Guna menjaga keamanan dari amukan massa, pelaku kini diamankan di Mapolda Papua Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi membenarkan penangkapan itu.

“Ia benar pelaku berinisial AA pria 22 tahun, sudah ditangkap tim kepolisian,” kata Adam Erwindi.

Adam Erwindi dalam keterangan tertulis menyebutkan kronologis kejadian berawal ketika pada pukul 03.00 WIT tersangka datang ke TKP (mess di dekat Gereja dok 4)

“Saat itu Tersangka duduk di depan mess lalu kedua korban berteriak, Jangan mau dengan laki-laki ini, Dia tidak ada Uang,” tutur Adam.

Tersinggung dengan teriakan korban, pelaku masuk di dalam gedung mess. Namun masih saja diteriaki oleh korban.

Kesal terus diganggu, korban mencabut senjata tajam dan langsung menyerang korban.

“Tersangka merasa terhina sehingga mencabut pisau dan menikam kedua korban,” jelasnya.

Ia sempat melarikan diri usai kejadian. Namun atas saran keluarga, tersangka akhirnya menyerahkan diri.

Jenazah Korban Diarak

Sementara pihak keluarga korban yang tidak terima melakukan aksi dengan mengarak jenazah korban ke Polres Manokwari. Bukan hanya itu sejumlah ruas jalan utama sempat di palang warga.

Seperti di depan SMP Negeri di Jalan Yos Sudarso, Jalan Pahlawan dan pertigaan Makalo terjadi aksi bakar baliho oleh pihak keluarga yang tidak terima dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Percayakan Kasusnya Ditangani Polisi

Koordinator Bidang HAM Dewan Adat Papua DAP Wilayah III Doberay, Yan Cristian Warinussy mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

“Sebagai Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, saya memberi imbauan kepada seluruh rakyat Papua, khususnya keluarga korban untuk melihat dengan jernih, arif dan bijaksana terhadap kasus pembunuhan ini,” kata Yan Cristian Warinussy.

Dikatakannya, kasus pembunuhan ini hendaknya dipercayakan sepenuhnya kepada Polres Manokwari dan jajarannya untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku. Kemudian memproses pelakunya menurut prinsip-prinsip hukum pidana hingga ke pengadilan.

Sementara itu, Dewan Adat Papua (DAP) diharapkan dapat berperan bersama Kapolres Manokwari untuk mempertemukan para tetua adat  untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya. (LPB2/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini