oleh

Pangdam XVIII/Kasuari: TNI-Mahasiswa Butuh Kolaborasi Gagasan Bangun Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan, saat ini pemerintah tengah berjuang keluar dari pandemi. Pemerintah telah melakukan berbagai formulasi menghadapi situasij mulai dari PSBB, PPKM Mikro, dan terakhir dengan strategi ‘Kampung Tangguh’.

“Kampung tangguh ini kita coba sebagai solusi. Bagaimana kita mendesain suatu kampung yang lengkap. Di sana semua stakeholder terlibat. Baik TNI-Polri, pemerintah daerah dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat RT/RW,” ujar Pangdam saat menerima mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Papua (Unipa) di ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Kamis (4/3/2021).

Pangdam menjelaskan, saat ini sudah terbentuk 115 Kampung Tangguh di seluruh Papua Barat. Dimana kampung tangguh tersebut harus memiliki ketahanan pangan. Artinya saat terjadi lockdown, masyarakat sudah mampu untuk menghidupi dirinya dalam hal pangan. Sekaligus mampu mencukupi kebutuhan pangan yang ada di kampungnya.

Pangdam juga mengungkapkan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ia menyebutkan, ekonomi semakin terpuruk. Daya beli masyarakat kian menurun.

Melihat hal itu, Kodam XVIII/Kasuari memiliki sebuah gagasan bagaimana membuat sebuah pilot project ketahanan pangan, yang bisa dijangkau oleh masyarakat dan menyentuh langsung di hati masyarakat tanpa membutuhkan biaya yang mahal. Yakni dengan menggunakan limbah dan bahan bekas yang ada di lingkungan sekitar.

Kata Pangdam, menyiapkan ketahanan pangan masyarakat di Papua Barat adalah menjadi tanggung jawab bersama. Ia juga mengajak mahasiswa mengambil peran ini.

” Termasuk juga para Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Unipa, yang secara akademisi mendapatkan ilmu tentang bagaimana bercocok tanam, namun harus tetap melakukan inovasi-inovasi, terkait dinamika di lapangan, dihadapkan pada kondisi geografis Papua Barat,” paparnya.

Pangdam mengatakan, mengahdapi pandemi harus lahir banyak ide.

“Kita harus selalu memiliki banyak ide gagasan, bagaimana dengan biaya yang murah kita bisa menyiapkan ketahanan pangan untuk masyarakat Papua Barat,” katanya.

Untuk itu, Kodam XVIII/Kasuari mengajak Civitas Akademika Unipa untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Bagaimana menyiapkan ketahanan pangan yang baik dengan biaya yang sangat murah.

“Konsep pertanian ketahanan pangan yang sederhana adalah bagaimana masyarakat kita bisa memetik sayur di sekitar rumahnya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin sehingga ke depan sumber daya manusia Papua Barat semakin baik,” ujar Pangdam.

Membangun Papua Barat

Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari juga mengajak segenap Civitas Akademika Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Papua Barat, khususnya dari Unipa untuk ikut membangun Papua Barat. Ia mengajak bergandengan tangan dengan TNI.

Salah satunya dengan melakukan kolaborasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Program ini sama sama punya misi
membangun tanah Papua Barat menuju Indonesia Maju.

“Jadi kita semua senior-senior yang ada di sini tidak akan bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tetapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depannya. Saya yakin ini pasti bisa, yaitu membangun tanah Papua Barat ini untuk menuju Indonesia maju. _lImpossible make possible, apa yang diinginkan, apa yang dicita-citakan akan bisa terwujud, yang penting mempunyai tekad yang kuat,” tutup Pangdam dalam sambutannya.

Sementara itu Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Unipa, Dr Ketiopas Krey menyampaikan Universitas Papua saat ini terus mendorong kemajuan berbagai aspek terutama pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat dan banyak kegiatan lainnya yang telah direncanakan.

“Salah satu kegiatan yang bisa bermanfaat dan nantinya bisa bersinergi dengan Kodam XVIII/Kasuari adalah kegiatan membangun desa, dimana kegiatan membangun desa adalah salah satu kegiatan nasional yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan seluruh universitas di Indonesia. Kegiatan itu perlu untuk bersinergi dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Kegiatan membangun desa/kampung yang dilaksanakan Kodam XVIII/Kasuari, menurutnya sangat luar biasa.

“TNI tidak saja mempunyai Tupoksi untuk menjaga keutuhan NKRI tetapi kemudian ada reorientasi juga kepada pembangunan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan ini merupakan sesuatu yang positif, dan harus kita sambut bersama dengan universitas,” kata Wakil Rektor, Ketiopas Krey. (LPB2/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini