oleh

Palang Jalan Poros Manokwari-Bintuni Dibuka, Aparat Masih Siaga

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Aparat gabungan TNI/Polri, membuka palang jalan di KM 16 Pranoto Distrik Manimeri Bintuni, Senin (15/2/2021). Meski dibuka, sejumlah aparat keamanan tetap disiagakan di lokasi pemalangan.

Aksi pemalangan jalan dilakukan sejak Senin subuh oleh warga kampung Atibo. Mereka menduga kerabatnya, VI meninggal akibat dianiaya M dengan senjata tajam. M yang berasal dari kampung Pasamai ini pun kini sudah diamankan polisi.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans T. Irawan SIK, memimpin langsung proses negosiasi penyelesaian masalah sekaligus mengantisipasi pertikaian antar kedua kampung tersebut.

Kapolres, Dandim 1806/Teluk Bintuni, Wakapolres dan personil termasuk BKO Brimob Polda Papua Barat serta aparat TNI AD, berjalan kaki sejauh 3 km menuju lokasi pemalangan.

“Warga kampung Atibo, menduga korban VI dianiaya M sehingga meninggal dunia. Keluarga korban mendesak ganti rugi berupa denday adat,” ujar kapolres.

Proses negosiasi sempat berjalan alot saat keluarga M membawa uang Rp.500 juta untuk membayar denda secara adat. Tetapi hal ini ditolak karena belum ada pembayaran hingga korban selesai dimakamkan.

Keluarga korban (VI) mendesak keluarga MY bertanggung jawab dan membayar denda adat Rp.2 miliar untuk uang duka dan pemakaman. Setelah negosiasi berjalan alot, polisi mengambil langkah tegas dengan membuka palang jalan.

Proses pembukaan jalan berjalan aman dan lancar, dipimpin Wakapolres Teluk Bintuni. Mereka menggunakan tiga alat chainsaw untuk memotong batang pohon yang melintang di jalan.

Untuk memastikan tak munculnya hal-hal yang tidak diinginkan, lokasi jalan tersebut masih dijaga ketat aparat. Terutama, mencegah aksi saling serang antar dua kampung tersebut. (LPB5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini