oleh

Bupati Teluk Bintuni Beri Warning: ASN “Nakal” di Pilkada akan Saya Tindak

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menebar ancaman untuk aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi terlibat politik praktis pada Pilkada lalu. Ia mengatakan, ASN yang tak netral harus berani menerima risiko.

“Ternyata ada yang nakal-nakal (ASN) serta mau coba-coba. Saya akan mengambil tindakan tegas. Saya akan mengambil langkah kutipan yang disampaikan oleh bapak Presiden, saya perintahkan agar semua melaksanakan tugas sebaik-baiknya, kalau ada yang masih main-main saya akan tindak tegas dengan cara saya sendiri,” ujar Petrus, saat memimpin apel perdana pascapilkada di halaman kantor Bupati Teluk Bintuni, Senin (15/3/2021).

Apel dihadiri seluruh kepala OPD dan ASN. Petrus sendiri kembali terpilih sebagai bupati berpasangan dengan Matret Kokop. Pasangan ini dijadwalkan dilantik 23 Juni nanti.

Menurut Petrus, perlu ada pembelajaran bagi ASN agar menjaga prinsip netralitas. Diisiplin harus ditengakkan, kalau tidak akan menjadi suatu kebiasaan, dan kata dia itu berbahaya.

“Apa gunanya aturan kalau tidak ditegakkan,” ketusnya.

Petrus mengatakan, bagi ASN sudah jelas rambunya. Harus netral.

“Silahkan pilih tidak ikut dalam politik praktis, sesuai hati nurani tidak ada paksaan, tidak ada tekanan, saya tidak pernah menekan siapa pun, terutama kepada ASN. Tetapi ternyata ada yang nakal-nakal,” ketusnya.

Mereka yang terlibat politik praktis, Petrus menegaskan akan ada sanksi. Mulai dari sanksi adminitrasi, penundaan kenaikan pangkat, serta penundaan hak-hak yang lain. Termasuk pemberhentian dalam jabatan, bahkan pemberhentian dari PNS.

Ia menuturkan. di beberapa daerah, ASN yang melanggar sudah diberhentikan. Mereka yang diberhentikan adalah yang secara terbuka terlibat politik praktis.

“Termasuk juga itu yang ikut joget-joget di pangung ikut kampanye. Ikut kampanye di medsos, bahkan tidak sadar diri kalau dia seorang PNS/ASN. Saya kan bilang kalau mau ikut seperti itu gantung baju ikut parpol saja. Ada 12 parpol yang bisa menerima saudara,” katanya.

Petrus menjelaskan, seharusnya ASN fokus saja melayani rakyat. Lakukan tugas Anda dengan baik karena semua punya aturan. Kalau ASN sudah memihak itulah masalah.

“Jangan salahkan saya karena saya sudah menyampaikan berulang kali, bahkan pernyataan saya dipolitisir. Katanya bupati menekan ASN. Saya tidak menekan ASN tapi saya menyampaikan aturan. OPD yang melanggar berarti siap menerima konsekuensi, kalian yang main api pasti kena api, main air pasti basah,” ucap Petrus berapi api.

Petrus menegaskan, ia hanya ingin menegakkan disiplin ASN di Teluk Bintuni. ASN harus bebas dari pikiran-pikiran yang tidak baik. Pikiran yang merusak.

“Kalau ASN sudah seperti ini bagaimana masyarakat kecil, termasuk kepala-kepala Distrik, kepala kampung kita akan benahi. Bahkan di media ada ASN pimpin demo, berarti dia sudah siap terima risiko. Berarti saya akan tindak tegas, saya tidak main-main menegakan aturan,” katanya lagi.

Kata Petrus, periode kemarin ia masih bisa memaafkan ASN yang tak netral. Tapi sekarang tidak lagi. Ia harus bertindak tegas.

“Saya akan tegakkan disiplin mungkin dengan begitu ASN baru bisa patuh. Saya akan melihat sesuai dengan aturan yang berlaku di ASN,” katanya.

Petrus juga berjanji akan mencari fakta soal mereka yang terlibat politik praktis.

“Saya tetap mengambil tindakan dengan dasar serta ketentuan aturan, ada bukti-bukti ada fakta, saksi, itu yang akan saya kumpulkan, dan sebagian bukti lain ada di medsos wajah-wajah nampak jelas serta pernyataan di medsos sangat jelas,” katanya.

Karena itu, Petrus mengajak semua komponen bekerja dengan baik. Sebagai ASN, jadilah orang yang dipercaya oleh negara untuk menjadi garis terdepan dalam segala hal yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat.

Karenanya berikanlah pemahaman yang baik kepada masyarakat. Agar dari waktu ke waktu pembalajaran politik di daerah kabupaten Teluk Bintuni berjalan dengan baik dan kondusif.

“Kadang orang-orang bilang Kabupaten Bintuni rawan nasional, tapi kita bersyukur proses politik berjalan dengan baik, walaupun ada gejolak kecil tapi mampu diatasi dengan baik. Saya berterima kasih kepada semua pihak keamanan TNI/POLRI, Kajari, Forkopindan, tokoh masyarakat, LMA 7 suku dan tokoh Agama, sudah memberikan rasa aman dalam proses pilkada,” jelasnya. (LPB5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini